Navigation

Zenza Idfi (foto: dokumentasi pribadi/kabarsubang.com)
Zenza Idfi (foto: dokumentasi pribadi/kabarsubang.com)

Zenza Idfi; dari Cita-cita, Beasiswa hingga Buku Feminist.

KabarSubang – Subang. Zenza Idfi, nama yang tidak umum dibanding nama orang Indonesia, apalagi untuk orang sunda khususnya. Meskipun begitu, dirinya mengaku bahwa dia adalah orang sunda.

“Sunda abis (sunda banget)” ujarnya sambil tertawa saat diwawancarai kabarsubang.com

Perempuan yang memiliki paras cantik ini lahir di Bulan Januari tepat di hari raya Iedul Fitri tahun 1999. Idfi nama panjangnya diambil dari singkatan Iedul Fitri atau Hari Raya Lebaran. Dirinya kini sedang menempuh Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung pada Fakultas Adab dan Humaniora Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.

Zenza yang kini tengah menempuh semester akhir ini sedang menikmati masa-masa akhir dirinya menjadi Mahasiswa. Hal tersebut yang membuat dirinya tidak terlalu ingin terburu-buru untuk segera merampungkan kuliahnya di tahun ini.

“Target (lulus) sih tahun depan, tepat waktu, tidak terburu-buru, dan menikmati masa masa akhir menjadi siswa yang paling maha” jelasnya

Ketika ditanya mengenai apa cita-cita dan target nya di masa yang akan datang, alumnus SMAN 1 Subang ini menjawab dirinya berharap bisa menemukan dirinya sendiri, karena menurut Zenza, cita-cita tak mesti soal profesi, tapi menjadi dewasa dan menemukan diri sendiri  adalah bagian dari cita-cita.

“Cita-cita tuh gak melulu mengenai Profesi buat aku, memang menjadi tua itu harus mampu bayar token listrik, tapi aku gak mau jadi sekedar tua, aku maunya tua, dewasa dan menemukan diri” tutur Zenza

“Memang ada sih cita-cita menjadi Interpreter Profesional, tapi buat aku menjadi dewasa dulu, sesuai yang sedang dirasa aja” lanjutnya

Sulung dari dua bersaudara yang gemar membaca buku-buku feminist ini memiliki satu pandangan yang unik soal perempuan dan kecantikan. Menurutnya kecantikan itu bukan hanya persoalan dalam penampilan, melainkan dalam aspek lain juga terdapat nilai-nilai kecantikan.

“Makin banyak baca soal feminist, makin banyak tahu, mencintai diri itu bukan harus jadi pretty dalam penampilan saja, bisa pretty mind, pretty heart.”

Ketika ditanya apakah dirinya memiliki keinginan untuk terjun ke dunia modeling atau dunia keartisan lantaran dianggap oleh orang lain memiliki fisik yang cantik, dengan rendah hati Zenza menjawab bahwa dirinya tidak memiliki standar kecantikan seperti yang orang lain inginkan.

“Model/artis? Kayaknya tidak memenuhi beauty standard yang orang-orang inginkan.” jawabnya merendah

Terakhir perempuan yang memiliki hobi mendengar lagu juga ini memiliki impian untuk bisa melanjutkan Pendidikan nya di luar negeri, dan berharap mendapatkan beasiswa S2 di Eropa.

“Sangat ada, namanya juga mimpi. Inginnya sih beasiswa S-2 ke luar negeri, semoga bisa juga sambil nyambi. Kerja iya, lanjut studi iya. Ingin banget kuliah di tempat yang bahasanya bukan bahasa Inggris. German. Sekalian menambah skill bahasa baru.” pungkasnya (ram/red)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR