Navigation

Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni, S.I.K, M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Moch Ilyas, SH, MH saat menggelar Konpers, Kamis (6/9/2018) Foto; Humas Polres Subang
Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni, S.I.K, M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Moch Ilyas, SH, MH saat menggelar Konpers, Kamis (6/9/2018) Foto; Humas Polres Subang

Polres Subang bekuk tersangka kasus perdagangan orang.

KabarSubang – Subang. Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni S.I.K.,M.Si,  menggelar konfrensi pers terkait terungkapnya dugaan tindak pidana perdagangan manusia ( Human Trafficking ) dengan modus menyalurkan kerja menjadi TKI keluar negeri dengan cara ilegal dan menggunakan Pasport kunjungan.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Kapolres Subang, kasus ini terungkap berdasarkan laporan pihak Disnakertrans dan keluarga yang menjadi korban yakni Heriah (40) warga Kampung Krajan 02 Rt 06/02 Desa Kediri Kecamatan Binong Kabupaten Subang

Awal mulanya pelaku berinisial AN warga Tambakdahan, Subang diminta oleh korban Heriah untuk membantunya bekerja menjadi TKI,” kata Kapolres Subang didampingi Kasat Reskrim Moch Ilyas saat konferensi pers di aula Mapolres Subang, Kamis (6/09/2018).

Modus pelaku, dengan mengiming-imingi gaji besar membuat korban tergiur oleh para pelaku.Hingga pelaku berhasil memberangkatkan sebanyak 25 orang korban.

Setelah korban Heriah yang merupakan warga Kampung Krajan 02 RT. 06/02 Desa Kediri, Kecamatan Binong, Subang meminta dibantu untuk menjadi TKI, kemudian tersangka AN meyakinkan korban bisa membantunya untuk bekerja di Malaysia.

“Setalah diminta bantuan itu, kemudian tersangka AN langsung menghubungi temannya yang berinisial SR yang berkedudukan di Tanjung Pinang, Provinsi Kepri. AN menceritakan bahwa ada warga Subang yang ingin bekerja ke luar negeri,” katanya.

“Mereka sudah memberangkatkan 25 orang TKI secara Ilegal dengan pasport wisata, 7 orang diantaranya warga Subang dan salah seorang yang bernama Heriah meninggal dunia” katanya

Kemudian pada tanggal 29 Maret 2018 korban diberangkatkan ke Malaysia dengan menggunakan kapal Feri dan masuk ke negara Malaysia dengan menggunakan pasport melancong/wisata. Dari hasil memberangkatkan para korban, tersangka SR mendapatkan keuntungan dari majikan korban sebesar 4000 Ringgit Malaysia atau sama dengan senilai 13 juta rupiah.

Singkat cerita pada tanggal 29 Juli 2018 keluarga korban mendapat kabar dari tersangka AN bahwa korban Heriah meninggal dunia. “Kemudian setelah diketahui bahwa korban meninggal dunia, selanjutnya pihak keluarga korban meminta kepada tersangka AN agar jenazah korban segera dipulangkan,” katanya. Menurut AN, Korban Heriah meninggal dunia karena Sakit.

Dari tangan ketiga pelaku, Jajaran Satreskrim Polres Subang berhasil mengamankan barang bukti diantaranya Pasport atas nama HERIAH yang dibuat di Imigrasi Tanjung Pinang, 1 buah buku tabungan atas nama AMIN, Surat Kematian atas Nama HERIAH, 1 buah Handphon Merk Nokia warna hitam,1 (satu) buah Handphon Merk Nokia warna Biru, 1 (satu) buah Handphon Merk Samsung A5, 1 (satu) buah Handphon Merk MITO warna hitam, 1 (satu) buah Handphon Merk HUAGMI warna Gold, dan 1 (satu) lembar Booking Ticket Lion Group

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku Human Trafficking tersebut terancam Pasal 2 dan atau Pasal 4 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang , dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana dengan denda paling sedikit Rp120.000.000 dan paling banyak Rp600.000.000, serta Pasal 102 dan atau Pasal 103 dan atau Pasal 104 UU RI No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri dengan ancaman Pidana 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp.1.000.000.000,dan paling banyak Rp.5.000.000.000.

Sumber: Tribratanewssubang.com

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR