Navigation

Suasana Pantai Pondok Bali yang terletak di Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang. (foto: jan okha / kabarsubang.com)
Suasana Pantai Pondok Bali yang terletak di Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang. (foto: jan okha / kabarsubang.com)

Pengelola Wisata Pondok Bali Berharap Segera Mendapatkan Izin Pengeloaan Wisata dari Pemkab

KabarSubang – Subang. Sejak tahun 1980 hingga pada tahun 1990-an, pantai Pondok Bali merupakan objek wisata favorit bagi warga Subang dan sekitarnya. Hingga pada akhir tahun 90-an abrasi mulai menggerus wisata primadona di pantura Subang tersebut, hal ini membuat sebagian wilayah pantainya hilang. Abrasi ini pun merendam jalan sehingga menyebabkan rusaknya akses jalan menuju ke lokasi, bahkan masyarakat setempat pun mempertanyakan sebenernya siapa yang mengelola pondok bali ini.

Direktur Operasional CV. Satu Putri selaku Pengelola Wisata Pondok Bali Beni Heriyanto mengatakan bahwa pengelolaan objek wisata pondok bali telah dilakukan melalui perjanjian secara kontraktual dalam bentuk perjanjian tertulis sewa menyewa pemanfaatan destinasi wisata, bahkan dirinya menyatakan sudah menyetor biaya tahunan ke Kas Daerah.

“Tepatnya pada tanggal 08/06/2018 telah terjalin kesepakatan Kerjasama tertulis perjanjian sewa menyewa pemanfaatan destinasi wisata pantai pondok bali antara pihak CV. Satu Putri dengan pihak Pemerintah Kabupaten Subang. Perjanjian sewa-menyewa ini ditetapkan selama 1 tahun dengan biaya sewa tertulis sebesar Rp. 200 juta dan disetorkan langsung melalui Bank Jabar Banten (BJB), yang disertai nomer rekening Kas Umum Daerah, itu dibayarkan seluruhnya,” ungkap Beni ketika ditemui kabarsubang di kediamannya, Senin (26/10/2020)

Dalam beberapa hal menurut Beni, untuk mengikuti prosedur Perizinan dan yang lainnya sudah kami tempuh. Utamanya untuk mendapatkan perpanjangan sewa dari tahun 2019 hingga sekarang belum mendapatkan perpanjangan izin yang sudah diajukan.

“Kami mengalami kendala dalam perpanjangan kontrak di tahun 2019 lalu hingga kini, bahwa sebenarnya 3 bulan sebelum kontrak habis, pihak kami pun telah memberikan surat permohonan perpanjangan sewa kepada pihak pemerintah daerah Subang. Dengan berbagai cara untuk memperjuangkan hak kami sebagai pengelola, kami sudah konfirmasi dengan pihak yang terkait. Hingga saat ini pihak kami belum menemukan titik terang atau belum menemukan jawaban yang memuaskan dari pihak-pihak yang terkait” cetusnya Beni

Beni berharapa pihaknya segera mendapatkan rekomendasi dari pihak yang terkait untuk kembali mengelola pondok bali, karena dirinya selaku pihak pengelola sudah memiliki rencana-rencana guna pengembangan di lokasi wisata tersebut.

“Di tempat wisata pondok bali akan kami bangun berbagai wahana waterpark dan wahana yang lainnya, yang sudah tertulis dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) pengembangan lokasi wisata pondok Bali” pungkasnya (kha/red)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR