Navigation

Pemerintah Daerah Harus Berperan Aktif Melindungi Kawasan Konservasi

Foto: Ahmad Dwi Nurhadi

Kawasan konservasi merupakan kawasan yang keberadaan nya sangat di butuhkun bagi keberlangsungan hidup manusia, yang terdiri dari kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. Kawasan Suaka Alam mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.

Sedangkan kawasan Pelestarian Alam mempunyai Fungsi pokok perlindungan  sistem penyangga kehidupan, pengawetan  keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Di Kabupaten Subang sendiri memilik 2 Jenis Kawasan Konservasi tersebut yakni Gunung Tangkuban Parahu dan Gunung Burangrang. Banyak orang hanya mengetahui Gunung Tangkuban Parahu adalah tempat pariwisata padahal sebagian besar gunung Tangkuban Parahu adalah kawasan Suaka Alam tepatnya Kawasan Cagar Alam dengan luasan Kawasan Cagar Alam 1204,40 Ha dan Taman Wisata Alam seluas 344,39 Ha dan kawasan cagar alam Gunung Burangrang yang masuk ke wilayah Kabupaten Subang seluas 279,82 Ha.

Cagar Alam merupakan kawasan Konservasi yang merukapan kawasan konservasi tingkat paling tinggi yang hanya boleh dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan  ilmu pengetahuan; pendidikan dan peningkatan kesadartahuan konservasi alam; penyerapan dan/atau penyimpanan karbon; dan pemanfaatan sumber plasma nutfah untuk penunjang budidaya.

Gunung Tangkuban Parahu yang merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Kabupaten Subang.

Akhir-Akhir ini keberadaan Cagar Alam semakin terancam dengan berubahnya mindset masyarakat yang hanya memandang bahwa hutan dan Gunung merupakan tempat rekreasi. Dengan alasan demi mendongkrak nilai devisa banyak kawasan Suaka Alam khususnya Kawasan Cagar Alam turun statusnya menjadi Taman Wisata Alam. Seperti yang terjadi di Kawasan Cagar Alam Kawah Kamojang dan Kawasan Cagar Alam Gunung Papandayan yang terletak di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut yang sebagian Kawasan Cagar Alam turun status menjadi Taman Wisata Alam.

Tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi di Kawah Kamojang dan Gunung Papandayan terjadi pula di kawasan cagar alam lainnya khususnya cagar alam gunung Tangkuban Parahu mengingat gunung Tangkuban Parahu terbagi menjadi dua kawasan.

Dalam hal ini Pemerintah Daerah harus bisa mengambil langkah tegas untuk tetap menjaga kawasan cagar alam gunung Tangkuban Parahu tidak turun statusnya! Antara lain dengan membuat daerah penyangga konservasi sebagai amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 28  Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan Pelestarian Alam.

Didalam pasal 44 Peraturan Pemerintah tersebut disebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah  daerah harus menetapkan wilayah  yang  berbatasan dengan wilayah Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam sebagai daerah penyangga untuk menjaga  keutuhan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Jika pemerintah daerah bersikap acuh terhadap kelestarian kawasan konservasi lalu bagaimana kita bisa bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan lainnya?.

Oleh: Ahmad Dwi Nurhadi (Kordinator Wilayah Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia)

Diposting pada kategory
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR