Navigation

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Proyek Pelabuhan Patimban yang terletak di Kabupaten Subang, Rabu (09/01/2019) / (Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Proyek Pelabuhan Patimban yang terletak di Kabupaten Subang, Rabu (09/01/2019) / (Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar)

Pelabuhan Patimban Subang Dipertimbangkan Dikelola Swasta.

KabarSubang – Jakarta. Pemerintah berencana menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat kepada pihak swasta. Pelabuhan yang akan diresmikan pada Mei 2020 ini akan diselesaikan dalam tiga tahap hingga 2027 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 10 badan usaha yang tertarik mengikuti tender pengelolaan Pelabuhan Patimban. “Pengelolaannya akan dikelola oleh operator yang akan kita tenderkan (ke) swasta. Jadi pemerintah menyerahkan siapa yang paling bagus proposalnya baik pengelolaan maupun income-nya pada kita, ya itu yan kita pilih. Tentu experience jadi syarat utama,” kata Menhub usai menghadiri rapat internal dengan Presiden Jokowi di Istana, Senin (24/6).

Terkait konsesi, Budi memperkirakan periode pengelolaan akan diberikan selama 20 tahun kepada swasta. Periode konsesi mempertimbangkan investasi yang dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. Terbanyak, kata Budi, peminat tender berasal dari Jepang.

Dengan target beroperasi pada pertengahan 2020, Budi mengharapkan akses jalan dari dan menuju pelabuhan dapat selesai dibangun beriringan dengan proses pengerjaan car terminal Pelabuhan Patimban. “Car terminal yang akan beroperasi pertengahan tahun depan progresnya sudah mencapai 35 persen dan pembangunan pelabuhan 29 persen,” tutur Budi seperti dikutip dari Republika

Budi menjelaskan dengan adanya car terminal di Pelabuhan Patimban, diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. Khususnya, kata dia, untuk ekspor impor kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebab, menurut Budi selama ini kendaraan berat termasuk angkutan ekspor impor menyumbang kemacetan lalu lintas. “Khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok,” ujar Budi.

Car terminal Pelabuhan Patimban nantinya akan memiliki kapasitas tampung cukup besar. Budi mengatakan car terminal Pelabuhan Patimban memiliki kapasitas 250 ribu sampai 300 ribu kendaraan pertahun.

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR