Navigation

Sidak yang dilakukan Kapolsek Kalijati dan Pemerintah Kecamatan Dawuan yang diwakili Kasi Pemerintahan ke lokasi proyek PT. GDA di Desa Manyeti - Dawuan atas munculnya banyak keluhan yang mengakibatkan jalan licin sehingga banyak pengendara kendaran bermotor mengalami kecelakaan, Minggu (25/11/2018) (foto: Komara Nugaraha)
Sidak yang dilakukan Kapolsek Kalijati dan Pemerintah Kecamatan Dawuan yang diwakili Kasi Pemerintahan ke lokasi proyek PT. GDA di Desa Manyeti - Dawuan atas munculnya banyak keluhan yang mengakibatkan jalan licin sehingga banyak pengendara kendaran bermotor mengalami kecelakaan, Minggu (25/11/2018) (foto: Komara Nugaraha)

Muncul banyak keluhan warga, Kapolsek dan PemCam Dawuan sidak lokasi proyek PT. GDA

KabarSubang – Subang. Menindaklanjuti kabar yang berkembang di media sosial Facebook mengenai banyaknya korban laka lantas akibat dari tanah merah yang megotori dan membuat licin jalan raya Dawuan – Kalijati, yang berada di Daerah Manyeti – Dawuan, Pemerintah Kecamatan Dawuan dan Kapolsek Kalijati melaksanakan kunjungan ke lokasi aktfitas PT. GDA.

Kapolsek Kalijati bersama Perwakilan Camat Dawuan yaitu Kasi Pemerintahan Bapak Komara Nugraha kemudian berdialog dan memberikan saran atas aktifitas yang dilakukan PT. GDA tersebut agar persoalan yang telah terjadi bisa diselesaikan dengan baik.

“Saya dan Kapolsek Kalijati (yang diperintahkan langsung Kapolres Subang) segera meninjau lokasi proyek yang meresahkan masyarakat, karena sampai jatuh beberapa korban kecelakaan karena jalan yang licin.” ujar Komara Nugraha kepada KabarSubang, Minggu (25/11/2018).

Lebih lanjut menurut Komara dirinya beserta Kapolsek sudah memberikan himbauan untuk dilaksanakan pihak perusahaan yang tengah beraktifitas dimana himbauan tersebut antara lain:

  1. Perbaiki saluran air di depan pintu masuk kawasan proyek, agar air hujan beserta tanah teralirkan dan masuk ke sungai cibodas.
  2. Bersihkan roda mobil angkutan barang yg keluar dari areal proyek.
  3. Optimalkan lokasi pencucian kendaraan angkut,  dengan menambah mesin air semprot bertekanan tinggi,  agar ketika kendaraan keluar arel proyek sudah dlm keadaan bersih.

Selain itu Komara menjelaskan bahwa untuk masalah perizinan yang ramai dibicarakan di media sosial, dirinya mewakili pihak Pemerintah Kecamatan Dawuan menyatakan bahwa untuk izin merupakan kewenangan Pemkab dan Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Selain itu penyebab banyak pengendara yang tergelincir disebabkan juga adanya aktifitas galian kabel.

“Soal perijinan yg diramaikan itu bukanlah kewenangan pihak kecamatan dawuan, hal itu merupakan kewenangan Pemkab melalui DPMTSP Kab subang, juga” jelasnya

“Dan memang sebenarnya, kejadian kecelakaan kemarin itu bukan hanya dari tanah merah proyek PT.  GDA saja,  pengamatan dilapangan, pada hujan kemarin, bersamaan pula dengan galian kabel dan limpasan air tanah merah dari bekas galian tanah merah disamping RM. Mang Yeye juga” pungkas Komara (ram/red)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR