Navigation

zf8rb8u1ydarmpozi1r1

Microsoft Hentikan Layanan Produk Microsoft Band Miliknya

KabarSubang – KabarTekno. Microsoft telah dikenal sebagai produsen software (perangkat lunak) yang cukup populer seperti   Windows dan aplikasi Office, selain kedua aplikasi tersebut sejumlah aplikasi lainnya juga telah berhasil dilahirkan oleh perusahaan yang dimiliki oleh Bill Gates ini.

Jika produk perangkat lunak besutannya menjadi begitu berhasil namun tidak untuk produk perangkat keras yang dirilisnya. Salah satu yang masih kami ingat ialah saat Microsoft merilis produk Kin One miliknya, perangkat ponsel pintar yang memiliki desain slider dan tombol fisik QWERTY itu harus “layu sebelum berkembang” lantaran produk ini sudah dihentikan sebelum benar-benar dirilis resmi ke pasaran.

Pada bulan Januari tahu ini, Microsoft juga mengumumkan bahwa pihaknya telah berhenti memberikan dukungan terhadap produk Windows Phone, produk ponsel pintar yang berjalan dengan sistem operasi Windows versi smartphone besutannya itupun harus berhenti lantaran pangsa pasarnya kian tergerus oleh kedigjayaan Android dan iOS.

Baru-baru ini, perusahaan yang kini dinahkodai oleh Satya Nadella itupun akan menghentikan produk Microsoft Band miliknya. Per tanggal 31 Mei 2019 nanti, perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini akan segera menghentikan dukungan aplikasi Microsoft Health Dashboard, begitu juga dengan produksi Microsoft Band yang memang sudah berhenti dijual sejak tahun 2016 lalu.

Nantinya, para pengguna gelang pintar Microsoft Band tidak akan lagi bisa melakukan sinkronisasi data kesehatan mereka karena dukungan aplikasi untuk perangkat wearable tersebut telah dihentikan. Namun begitu pihak Microsoft memberikan kompensasi dalam bentuk pengembalian uang jika ada pengguna yang masih aktif menggunakan perangkat dan layanan tersebut, tentu dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Seperti yang kami rangkum melalui Gizmodo pengguna yang bisa mengikuti program pengembalian uang adalah mereka yang terlanjur mensinkronisasikan data kesehatan mereka ke Microsoft Band pada periode 1 Desember 2018 hingga 1 Maret 2019.

Setelah melakukan klaim, pengguna akan mendapatkan email resmi dari Microsoft yang berisi keterangan pengembalian uang sebesar 80 dolar AS atau sekitar Rp 1,13 juta (1 dolar AS = Rp 14.115) untuk Band 1 dan 175 dolar AS atau senilai Rp 2,47 juta untuk Band 2.

Dari sumber yang sama juga disebutkan bahwa Microsoft menulis beberapa keterangan bahwa sejumlah fungsi dari fitur Microsoft Band mungkin akan masih bisa digunakan, seperti mencatat informasi aktifitas (langkah, detak jantung dan sejumlah aktifitas dawsar lainnya), Mencatat informasi olahraga seperti berlari, sepeda, mendaki, Dan mencatat waktu tidur pengguna. Namun demikian, jika perangkat Micorosft Band di-reset setelah 31 Mei 2019 maka kemungkinan besar perangkat Band tersebut tidak akan bisa digunakan.

Sumber: Gizmodo | Foto: A Microsoft Band in 2015 oleh Ted S. Warren (AP)

Diposting pada kategory
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR