Navigation

Salah satu Kedai Kopi yang ada di Subang Kota. Pemilihan lokasi kedai kopi atau coffee shop sangat menentukan keberlanjutan bisnis kedai kopi tersebut.
Salah satu Kedai Kopi yang ada di Subang Kota. Pemilihan lokasi kedai kopi atau coffee shop sangat menentukan keberlanjutan bisnis kedai kopi tersebut.

Mencium Harumnya Bisnis Kedai Kopi di Subang.

KabarSubang – Subang. Perkembangan bisnis kopi di Indonesia sedang menuju puncaknya. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya perkembangan bisnis kopi, baik di sektor hulu (pembibitan, penanaman dan ekspor biji kopi) sampai di sektor hilir yaitu penjualan kopi secara ritel maupun berdirinya kedai-kedai kopi, terutama di Subang.

Melihat fenomena tersebut, kabarsubang berkesempatan mewawancarai Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja Subang, yaitu Gugyh Susandi, SE, ME. Menurut Gugyh, perkembangan bisnis jasa kedai kopi di Subang cukup pesat dengan bermunculannya kedai-kedai kopi, khususnya di daerah perkotaan (pusat kota subang) dan sekitarnya.

Gugyh Susandi, SE, M.Si (dosen dan peneliti di STIE Sutaatmadja Subang)

“ini sebuah fenomena, Pertama, mulai bermunculan “entrepreneur” muda lokal Subang yang melihat peluang bisnis kedai kopi. Meskipun demikian ada juga kedai kopi yang didirikan dengan model bisnis franchise.” terang Gugyh kepada kabarsubang dalam satu kesempatan.

“bisnis kedai kopi menandakan kemuculan lifestyle baru di kalangan konsumen tentang arti penting mengisi waktu dengan nongkrong bersama sambil menikmati minuman kopi.” lanjut gugyh menjelaskan

Tentang apakah bisnis kedai kopi dapat bertahan lama atau tidak, Gugyh memberikan satu tips kepada para pemilik kedai kopi agar bisnis kedai kopi nya dapat bertahan lama, yaitu tergantung sejauh mana kedai kopi menetapkan dan memahami segmentasi mereka.

“Segmentasi yang paling efektif dengan menggunakan pendekatan psikografis yaitu lifestyle (gaya hidup). Kedai kopi harus fokus kepada segmen ini, yaitu konsumen dan atau komunitas yang gemar untuk berkumpul/nongkrong dengan ditemani suguhan kopi.” ujar Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STIESA ini.

Memahami kebutuhan dan keinginan (para konsumen) dengan baik, akan menentukan keberlanjutan permintaan. Dengan dasar pemahaman tersebut disusunlah bauran pemasaran meliputi produk, price, place dan promotion. Sebagai sebuah taktik bauran pemasaran haruslah inovatif jika ingin bertahan lama.”

“Kita bisa melakukan pendekatan psikologis pada konsumen sasaran dengan melihat lifestyle. Diperlukan riset terhadap pasar tentang aktivitas, ketertarikan dan tema obrolan para pecinta kopi. Dan jangan lupa dianalisis juga mereka ini yang memiliki daya beli memadai.” ujar Gugyh mengakhir obrolan (m-g2/ram/red)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR