Navigation

Prof Madya Dr. Raja Nafida bte Raja Shaminan menjelaskan mengenai Documentasi Bangunan Cagar Budaya dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Subang, Rabu (24/07/2019) di Aula Pemda Subang. Seminar Internasional hasil kerjasama dengan University Technological Of Malaysia (UTM) dengan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Subang.
Prof Madya Dr. Raja Nafida bte Raja Shaminan menjelaskan mengenai Documentasi Bangunan Cagar Budaya dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Subang, Rabu (24/07/2019) di Aula Pemda Subang. Seminar Internasional hasil kerjasama dengan University Technological Of Malaysia (UTM) dengan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Subang.

Membuka Wawasan Pentingnya Menjaga Bangunan Cagar Budaya

KabarSubang – Subang. Seminar Internasional yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik Universitas Subang bekerja sama dengan University Technological Of Malaysia, Rabu (24/07/2019) di Aula Pemda Subang membuka wawasan mengenai pentingnya menjaga keberadaan bangunan cagar budaya.

Banyaknya bangunan cagar budaya di Subang yang merupakan bekas peninggalan zaman penjajahan Belanda adalah aset yang sangat berharga bagi nilai sejarah dan budaya Subang. Dan keberadaan nya banyak yang tidak terawat serta karena dimiliki pula oleh swasta. Seperti bangunan-bangunan bekas pabrik teh yang hari ini dikuasai PTPN VIII.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pembicara yaitu Prof. Madya Dr. Raja Nafidha yang menyatakan bahwa hasil kerjanya bersama UTM dan Lembaga yang dia pimpin nya yaitu Pusat Kajian Alam Bina Dunia Melayu (KALAM) dalam mendokumentasikan ratusan bangunan heritage atau bangunan cagar budaya di Malaysia dan beberapa wilayah di Indonesia dan itu memang membutuhkan dorongan dari pihak pemerintah.

“Saya sering dipanggil oleh Pemerintah Malaysia untuk menjelaskan apa itu Heritage” ujarnya dalam Pemaparan

Prof Nafida pun menerangkan bahwa di Malaysia sudah ada aturan yang menjaga keberlangsungan heritage building, dan di Indonesia pun sudah ada, yang membedakan nya adalah pada penegakan hukum nya.

“Yang penting adalah mendokumentasikan dahulu, kedepan 10-20 tahun yang akan datang jika Universitas Subang mau mendokumentasikan, pemerintah akan mencari hasil dokumentasi heritage building tersebut seperti yang kita lakukan di Malaysia.” terang nya

Dekan Fakultas Teknik Universitas Subang H. Denny Poniman berharap setelah seminar ini dilaksanakan dapat membuka mata dari pihak pemerintah daerah kabupaten Subang agar mau memperhatikan bangunan cagar budaya yang ada di Subang, dan dirinya bersama pihak Universitas Subang siap untuk dilibatkan dalam proses pendokumentasian bangunan cagar budaya di Subang.

“Kita dari pihak Universitas Subang memiliki Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) dan kita siap untuk dilibatkan oleh Pemda Kabupaten Subang dalam proses pendokumentasian bangunan-bangunan cagar budaya di Subang.” terang Deny Poniman

Rencananya jika mulus, kerjasama UTM dengan Fakultas Teknik Universitas Subang akan dimulai tahun depan yaitu tahun 2020 dengan dilakukan nya kunjungan mahasiswa Teknik Arsitektur UTM ke Universitas Subang. (Ram/Red)

Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR