Navigation

Para Mahasiswa Unpad yang melakukan aksi protes karena ketidakjelasan pemilihan Rektor Unpad
Para Mahasiswa Unpad yang melakukan aksi protes karena ketidakjelasan pemilihan Rektor Unpad

Mahasiswa Unpad Protes Terhadap Pemilihan Rektor.

KabarSubang – KabarKampus. Tahun-tahun ini merupakan tahun yang banyak terjadi agenda politik yang berlangsung di Indonesia tak terkecuali Perguruan Tinggi salah satunya adalah Universitas Padjadjaran atau yang biasa disingkat Unpad. Saat ini Unpad sedang mencari seorang yang akan menjadi pucuk pimpinan tertinggi di kampus tersebut. Pemilihan Rektor Unpad yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali berdasarkan PP Nomor 51 tahun 2015 tentang Statuta Universitas Padjadjaran.

Pemilihan Rektor Unpad kali ini karena status Unpad sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sehingga pemilihan Rektor ditentukan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) yang terdiri dari perwakilan Dosen, Pemerintah Daerah, Mahasiswa dan Masyarakat, selain itu juga ada Kemenristekdikti sebagai pemegang suara dalam pemilihan rektor kali ini.

Tetapi pemilihan rektor Unpad kali ini tidak berjalan sesuai rencana yang diharapkan dan terjadi permasalahan penundaan pemilihan rektor yang dilakukan oleh MWA Unpad. Hal ini menimbulkan reaksi berupa aksi penyampaian pendapat dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kastrat Satu Unpad dan Aliansi Mahasiswa Peduli Unpad (Ampun) Senin (3/12/2018).

Aksi yang dilakukan di depan pintu masuk Unpad ini menurut salah satu koordinator lapangan, Aditya merupakan bentuk protes mahasiswa terhadap ketidakjelasan pemilihan rektor dan memberi informasi kepada seluruh elemen Unpad bahwa Unpad sedang ‘sakit’

“Pemilihan rektor Unpad kali ini itu bermasalah, sudah dua kali diundur mulai dari 11 Oktober, kemudian 27 Oktober dan sampai hari ini belum terpilih Rektor baru, kita kecewa terhadap MWA yang terus mengundur juga tidak ada transparansi proses yang terjadi sehingga kita menyikapi dengan sebelumnya kita mengadakan kajian, realese kajian dan puncaknya hari ini kita aksi yang ditujukan kepada MWA Unpad dan Dikti, dan tindak lanjutnya akan kami surati dan memberikan release kajian kami kepada MWA Unpad dan Dikti” ujarnya melalui rilis yang dikirim kepada redaksi kabarsubang

Selain itu menurut massa aksi lainnya dari aliansi mahasiswa peduli Unpad (Ampun) Saudara Haidar menyatakan bahwa harus ada kelanjutan dari aksi hari ini untuk mengancam MWA Unpad untuk segera mempercepat proses pemilihan Rektor Unpad.

“Aksi hari ini harus ada tindak lanjut karena sasaran utamanya adalah kepada MWA Unpad dan Dikti dan kita mahasiswa harus mengambil sikap tegas jika dalam 3×24 jam tidak ada respon dari pihak MWA maka kita akan melakukan aksi lanjutan kembali” ujarnya

Selain mahasiswa yang melakukan aksi protes, turut hadir pula dosen – dosen Unpad yang menyuarakan aspirasinya terkait permasalahan yang terjadi pada pemilihan rektor Unpad kali ini

Bentuk aksi yang dilakukan adalah menyuarakan aspirasi lewat mimbar bebas dan juga menuliskan aspirasi terkait pemilihan rektor di atas selembar spanduk kosong yang akan dikirimkan bersama release kajian kepada MWA Unpad. Selain itu diakhir acara dilakukan deklarasi pembacaan tuntutan aksi oleh perwakilan massa aksi dengan harapan akan didengar oleh pihak MWA dan Dikti. (ram/red)

Diposting pada kategory
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR