Navigation

dbigwa

Kominfo: Pembatasan WhatsApp Itu Situasional dan Kondisional

KabarSubang – KabarTekno, Hari ini (Jum’at 14/06) sidang perdana gugatan Pilres 2019 yang dilayangkan oleh pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan dilakukan di Mahkamah Konstitusi. Terkait agenda ini pemerintah tidak akan melakukan pembatasan WhatsApp CS seperti yang terjadi pada tanggal 21 – 22 Mei lalu.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan “Kita tidak ada pembatasan akses ke medsos terkait sidang gugatan di MK, namun jikapun nanti ada pembatasan terhadap layanan WhatsApp dll seperti yang pernah terjadi pada tanggal 21 – 22 Mei lalu, hal itu lebih pada pertimbangan situasional dan kondisional.”

Maksud dari pernyataan tersebut ialah bahwa sandainya nanti ada penyebaran informasi bohong (hoax), uajaran kebencaian atau provokasi yang menimbulkan adanya kericuhan yang tersebar melalui layanan media sosial maka pemerintah akan melakukan tindakan pemblokiran terhadap layanan tersebut.

Kendatipun tidak ada informasi detail mengenai kondisi dan suasana di medsos hari ini, namun pemerintah tetap akan waspada agar penyebaran hoax dan ujaran kebencian tidak terus menyebar di masyarakat.

Sebagai tambahan informasi, pada tanggal 21 – 22 Mei lalu ada lonjakan informasi hoax hingga 600 – 700 URL terkait informasi bohong tersebut, padahal sebelumnya informasi hoax dan ujaran kebencian hanya muncul sekitar 100 – 200 URL saja sehingga pada waktu itu pemerintah terpaksa melakukan tindakan tegas dengan memblokir sejumlah layanan media sosial, termasuk pembatasan WhatsApp saat itu.

Meski tidak ada pernyataan tegas, apakah pemerintah akan melakukan pembatasan medsos dan WhatsApp Cs, tetapi berdasarkan peredaran konten negatif tersebut, pemerintah belum ada upaya melakukan kebijakan serupa seperti bulan kemarin.

 

 

Diposting pada kategory
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR