Navigation

Ketua IKA Muda Unpad, Fuad Rinaldi, SE., MM., Ak, CA., CPS saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di cafe hotel IBIS Bandung mengenai kehkawatian nya soal hutang negara yang semakin membesar di tengah ancaman resesi ekonomi saat pandemic covid-19 yang melanda Indonesia juga persoalan BUMN-BUMN yang tengah dalam kondisi Red Alert
Ketua IKA Muda Unpad, Fuad Rinaldi, SE., MM., Ak, CA., CPS saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di cafe hotel IBIS Bandung mengenai kehkawatian nya soal hutang negara yang semakin membesar di tengah ancaman resesi ekonomi saat pandemic covid-19 yang melanda Indonesia juga persoalan BUMN-BUMN yang tengah dalam kondisi Red Alert

Ketua IKA Muda Unpad Ingatkan Pemerintah agar Waspada Utang Negara

KabarSubang – Bandung. Situasi ekonomi Indonesia yang belum menunjukan ada tanda-tanda perbaikan ditengah Pandemi Virus Covid-19 ini, membuat khawatir berbagai pihak, salah satunya adalah Ketua Ikatan Alumni Muda Universitas Padjajaran, Fuad Rinaldi, SE.,, MM., Ak., CA., CPS yang menyatakan kekhawatiran nya, Kamis (01/07/2021) di Bandung

Dalam konfrensi pers nya tersebut Fuad Rinaldi menyampaikan beberapa kekhawatirannya terkait kondisi ekonomi Indonesia dan juga Hutang Negara yang semakin membengkak serta alarm merah dari Perusahaan-perusahaan BUMN.

Menurut Fuad Faktor Pandemik Covid-19 yang melanda Indonesia merupakan faktor yang sangat mempengaruhi situasi perekonomian dan sangat disayangkan olehnya Pemerintah tidak melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang serius sehingga kita semua bisa mengukur kapan pandemic ini selesainya.

“Menggilanya virus corona ini, kita lihat karena pemerintah tidak melakukan tindakan yang cukup serius. Sehingga Pendemi sulit untuk di ukur kapan selesainya.” Ujar Fuad

Selain itu dalam sisi ekonomi, ada kekhawatiran Indonesia akan masuk ke dalam jurang resesi ekonomi. Hal tersebut dilihat dari minus nya pertumbuhan ekonomi Indonesia ditinjau selama dua kuartal berturut-turut.

“Selama Pandemi ini berlangsung kita harus menjadi khawatir bahwa negara kita telah masuk dalam posisi Negara yang Resesi, karena ketika 2 kwartal berturut tingkat pertumbuhan ekonomi kita minus, maka suatu negara kita dapat dikatakan telah masuk pada resesi ekonomi. Ditengah kita dihadapkan oleh resesi ekonomi yang nyata.” lanjut Fuad

Dari sisi hutang, Fuad menyampaikan kritiknya kepada Pemerintah yang terus-terusan membengkak. Berdasarkan catatan kementrian keuangan per April 2021, utang pemerintah menyentuh angka 6.527,29 triliun atau 41,18 persen PDB. Walaupun dalam ketentuan UU Keuangan Negara Nomor 17 tahun 2003 batas rasio utang terhadap PDB adalah sebesar 60 persen, posisi utang pemerintah Indonesia saat ini boleh dibilang cukup mengkhawatirkan.

“Dengan meledaknya hutang, maka pembayaran bunga hutang negara juga akan naik, namun apakah berkeseuaian dengan trend penerimaan negara?” Kami bukannya tidak mendukung program pemerintah yang dibiayai oleh hutang, tapi kita harus kritis sampai sebanyak apa kita harus berhutang ,target hutang kita sebenarnya berapa?dan buat apa? Mana road map nya? serta penyelesaiannya seperti apa?” tanya Fuad

Secara logika pandemi covid 19 yang belum diketahui berakhir sampai kapan terus merongrong perekonomian nasional akan terus meningkatkan rasio utang terhadap PDB. Pemerintah tidak bisa hanya berfokus kepada penanganan pandemi dan mengesampingkan pemulihan dampak ekonomi yang ditimbulkan. Memang secara kemanusiaan pengendalian pandemic ini merupakan sebuah keniscayaan.

Refokusing anggaran terhadap penanganan pandemic juga perlu diperhatikan. Pasalnya hal ini dapat menghambat pemulihan ekonomi. Bahkan untuk menjaga kestabilan ekonomi pun akan sulit apabila aliran anggaran untuk pos pos lainnya tidak memadai. Apabila timbul gejolak ekonomi yang tidak terkendali, jelas saja rasio utang pemerintah terhadap PDB akan naik secara cepat dan signifikan. Akibatnya resiko gagal bayar bisa saja terjadi. (ram/red)

Diposting pada kategory , ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR