Navigation

H. Suhendi, S.KP (Kanan) Kasi Pembinaan Kerjasama dan Lembaga Perlindungan Anak
H. Suhendi, S.KP (Kanan) Kasi Pembinaan Kerjasama dan Lembaga Perlindungan Anak

Kasus Kekerasan Pada Anak Di Subang Perlu Menjadi Perhatian Serius.

Kasus kekerasan pada anak selalu menjadi perhatian publik. Menurut data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Subang, Pada tahun 2017 tercatat sebanyak ada 70 Kasus. Kasus yang paling dominan pada tahun 2017 yakni kasus pemerkosaan sebanyak 55%.

Sementara itu Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang terus melakukan pendampingan pada setiap kasus anak dan perempuan yang terjadi di kabupaten Subang baik dalam pendampingan psikologis, rehabilitasi maupun pendampingan secara hukum. Selanjutnya kerjasama dengan pihak yang berkaitan dalam upaya penanganan terhadap kasus kekerasan pada anak agar bisa ditangani dengan baik.

“Upaya yang sudah kami lakukan, salah satunya adalah berusaha mendampingi setiap kasus anak dan perempuan baik dalam pendampingan psikologis, rehabilitasi dan pendampingan secara hukum. Selebihnya kita bekerjasama dengan pihak yang berkaitan upaya mempermudah proses penanganan kasus kekerasan pada anak dan perempuan yang terjadi di kabupaten Subang” ujar Suhendi Kasi Pembinaan Kerjasama dan Lembaga Perlindungan Anak Pada kabarsubang.com (01/02/2018).

Suhendi menambahkan bahwa kasus kekerasan pada anak  yang terjadi di kabupaten Subang ini seperti fenomena gunung es, yang baru diketahui masih sedikit dan diyakini masih banyak kasus yang belum diketahui.

“Ya kasus kekerasan pada anak ini kaya fenomena gunung es, masih banyak yang belum diketahuinya” tambah Suhendi.

Selain itu kasus kekerasan pada anak ini menjadi perhatian khusus oleh pemerintah pusat. Pemerintah pusat mencanangkan Program Indonesia Layak Anak (ILA) pada tahun 2030, dilanjutkan ke tingkat Provinsi dengan program Provinsi Layak Anak (Provila) untuk Jawabarat pada tahun 2028 dan untuk program di daerahnya adalah Kabupaten Layak Anak (KLA) sampai Kecamatan (KELANA) dan sampai desa kelurahan layak anak, seperti booming program Kampung KB Tahun 2017. Sementara itu dikabupaten Subang belum mennggebyarkan program ini karena Rencana Aksi Daerahnya (RAD) masih disusun di BAPPEDA kabupaten Subang.

“Untuk kasus kekerasan pada anak mendapat perhatian dari pemerintah pusat terlihat dari programnya, ada Program Indonesia Layak Anak(ILA) pada tahun 2030, dilanjutkan ke tingkat Provinsi dengan program Provinsi Layak Anak (Provila) untuk Jawabarat pada tahun 2028 dan untuk program di daerahnya adalah Kabupaten Layak Anak. Sementara itu dikabupaten Subang belum mennggebyarkan program ini karena Rencana Aksi Daerhnya (RAD) masih disusun di BAPPEDA kabupaten Subang. Mudah- mudahan bulan depan bisa direalisasikan”. (irwan)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR