Navigation

Ilustrasi Uang Palsu
Ilustrasi Uang Palsu

Kabupaten Subang dominasi jumlah temuan uang palsu

Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat (Jabar) bersama Polda Jabar dan Kejaksaan Tinggi Jabar memusnahkan 14.294 lembar uang palsu, kamis (13/09/2018). Dari catatan yang diterima, temuan uang palsu paling banyak berasal dari Kabupaten Subang sebanyak 207 lembar.

Deputi Kantor Perwakilan (KPW) BI Jabar, Ismet Inono, mengatakan, sejak Januari hingga Agustus 2018 uang palsu ditemukan di Kabupaten Bandung sebanyak 185 lembar, Kabupaten Sukabumi 180 lembar, Kabupaten Garut sebanyak 118 lembar, Kabupaten Sumedang sebanyak 21 lembar dan Kota Bandung sebanyak 7 lembar.

“2018 ini yang ditemukan sebanyak 714 lembar. Artinya ada penurunan dibandingkan 2017,” katanya seperti yang dikutip dari wartaekonomi.co.id

Ismet menyebutkan uang yang dimusnahkan itu merupakan temuan sepanjang tahun 2017 hingga bulan Agustus 2018 yang berasal dari laporan masyarakat, polisi, dan temuan bank.

Uang yang dimusnahkan mulai dari pecahan terkecil Rp2.000 hingga Rp100.000, dimana uang tersebut adalah yang berhasil diamankan oleh Polda Jabar dan temuan BI Jabar. 

“Sekitar 85% merupakan temuan bank, sisanya polisi dan masyarakat,” ujarnya

Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Bank Indonesia sebagai Bank Sentral berdasarkan Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang mata uang maka untuk kelancaran yang berkaitan dengan sistem pembayaran, ada beberapa hal yang perlu dikordinasikan antara BI wilayah jawa barat dengan Polda Jabar.

“Berdasarkan perintah Undang-undang dan sebagai bentuk koordinasi antara BI Wilayah Jawa Barat dan Polda Jabar, guna mengatur sistem kelancaran pembayaran. Kami memusnahkan uang palsu,”pungkasnya

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR