Navigation

Yulya Kurniasari, S.Kom
Yulya Kurniasari, S.Kom

Isu Keperempuanan dalam Dinamika Pemuda Kabupaten Subang.

KabarSubang – Subang. Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang akan segera dilaksanakan dalam beberapa bulan kedepan menjadi isu yang sangat menarik untuk selalu dibahas di kalangan aktivis kepemudaan dan kemahasiswaan. Bagaimana tidak, dalam momentum Musda tersebut, penentuan nahkoda KNPI Kabupaten Subang untuk tiga tahun ke depan ditentukan.

Momentum Musda tersebut juga memiliki nilai yang sangat strategis guna merancang dan menentukan arah kebijakan organisasi yang menaungi semua Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) yang bernaung dibawah KNPI sehingga butir-butir dan point-point isu yang akan dimasukkan kedalam program kerja KNPI Subang bergantung pada isu apa saja yang digulirkan baik oleh calon Ketua DPD KNPI Kabupaten Subang berikutnya maupun dari para peserta musda yang notabene berasal dari para OKP itu sendiri.

Hal ini lah yang menjadi sorotan dari Seorang Yulya Kurniasari, S.Kom. Mantan Ketua Korp HMI Wati (Kohati) HMI Cabang Subang periode 2016-2017 tersebut melihat belum ada dari para bakal calon Ketua KNPI yang selama ini sudah terdengar desas-desusnya yang membawa mengenai isu keperempuanan dalam visi dan misinya mencalonkan diri sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Subang.

“Sampai saat ini belum terdengar ada yang bicara soal isu keperempuanan, baik persoalan yang berkaitan dengan maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan maupun tindak pidana kejahatan pada perempuan seperti human traffic” menurut Yulya kepada kabarsubang.com Senin, (28/09/2020)

Yulya pun menyadari bahwa persoalan mengenai isu perempuan kurang seksi di mata publik, khususnya di mata organisasi-organisasi yang berada di bawah naungan KNPI, terlebih mereka yang sudah terdengar akan mencalonkan diri berasal dari kaum Adam.

“Ya memang harus disadari bahwa isu keperempuanan agak kurang menarik dan seksi, apalagi KNPI ini seperti didominasi oleh kaum adam yah dalam urusan pencalonan maupun riuh rendah nya dinamika organisasi tersebut” ujar mahasiswa pasca sarjana STIE Pasunda Bandung ini.

Namun Yulya berharap bahwa kedepannya, akan ada dari para bakal calon Ketua KNPI yang membawa isu dan program mengenai persoalan keperempuanan, khusunya tentang persoalan Perempuan yang ada di Kabupaten Subang.

Yulya yang saat ini menjadi Pengurus Fatayat NU Kabupaten Subang ini mencontohkan persoalan banyaknya angka perceraian yang ada di Kabupaten Subang dan menjadi peringkat kedua terbesar di Jawa Barat adalah muara dari isu-isu keperempuanan yang jarang disentuh oleh mereka para aktivis sosial/pemuda dan mahasiswa, sehingga tingginya angka perceraian seperti fenomena biasa saja.

“Mudah-mudahan, Yulya secara pribadi berharap akan ada yang bisa perduli dan mau mengangkat isu tentang perempuan dalam dinamika organisasi KNPI kedepannya” pungkasnya (ram/red)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR