Navigation

Nokia

Huawei Tersandung Masalah, Jadi Berkah Bagi Nokia

KabarSubang – KabarTekno, Huawei telah menjadi bulan-bulanan Amerika paska Donald Trump mengeluarkan kebijakan terhadap perusahaan asal Tiongkok tersebut dimana Huawei dilarang untuk melakukan bisnis dan bekerjasama dengan perusahaan di AS.

Imbasnya, selain Google yang menghentikan berbisnis dengan Huawei sejumlah perusahaan lain juga ikut berhenti. Namun kondisi ini justru malah memberikan keuntungan bagi Nokia. Bahkan hal ini diungkapkan oleh Rajeev Suri selaku CEO Nokia.

Karena dengan adanya pemblokan Huawei oleh AS, ini memberikan peluang jangka panjang bagi Nokia untuk bisa mengembangkan bisnisnya menggantikan Huawei, terlebih karena Nokia dan Huawei memang merupakan rival bisnis di sektor telekomunikasi.

Saat ini Nokia jadi bisa melakukan kontrak sebagai penyedia layanan infrastruktur 5G bagi sejumlah negara, tidak hanya Nokia, namun keuntungan ini juga sama dimiliki oleh Ericsson sebagai penguasa market share sebanyak 13% sebagai penyedia fasilitas telekomunikasi di pasar global selama kurun waktu 2018 lalu.

Baru-baru ini bahkan tersiar kabar bahwa Nokia telah melakukan kontrak dengan U Mobile Malaysia untuk menyediakan infrasturktur layanan 5G di negara tersebut pada tahun ini.

Sementara ini pihak Nokia telah memiliki 37 kontrak sebagai penyedia jaringan 5G komersial, sementara Huawei sebelumnya hanya memiliki 30 kontrak dan Ericsson 16 kontrak. Nokia juga sedang terus berusaha di sektor ponsel. Secara global, ia berada di peringkat 9 dengan angka pengapalan mencapai 17,5 juta unit sepanjang 2018, peningkatan sebesar 126% dibanding tahun sebelumnya.

Diposting pada kategory
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR