Navigation

Acara Ngopi Senja yang dilaksanakan oleh Pengurus HMI Komisariat Unjani dan Relawan Demokrasi Kota Cimahi, Kamis (07/02/2019) yang membahas mengenai Politik Identitas dan Isu SARA di Jawa Barat. (foto: panitia/kabarsubang)
Acara Ngopi Senja yang dilaksanakan oleh Pengurus HMI Komisariat Unjani dan Relawan Demokrasi Kota Cimahi, Kamis (07/02/2019) yang membahas mengenai Politik Identitas dan Isu SARA di Jawa Barat. (foto: panitia/kabarsubang)

Faiz Zawahir: Politik Ayat Kursi Masih Menghiasi Perpolitikan di Jawa Barat 2019

KabarSubang – Cimahi. Politik Ayat Kursi atau Strategi Menjual Ayat untuk Mendaptkan Kursi masih banyak akan digunakan oleh para Politisi di Jawa Barat ini di tahun 2019. Sebagai Provinsi yang terdampak oleh Hoaks paling besar, dalam pesta demokrasi 2019 di Jawa Barat masih banyak politisi, ormas dan partai politik yang menggunakan strategi tersebut.

Hal tersebut dinyatakan oleh Faiz Zawahir Muntaha, VP Political Sains Pranadipta Consulting dalam sebuah acara diskusi “ngopi senja” yang digagas oleh Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unjani dengan para Relawan Demokrasi di Kota Cimahi, Kamis (07/02/2019) yang bertajuk “Politik Identitas dan Isu SARA di Jawa Barat”.

Menurut Faiz, perilaku menjual ayat guna mendapatkan kursi merupakan politik yang membuat ajaran islam membuat umat Islam terjebak dalam Euforia Simbolik.

“Hal ini menjadikan islam dalam pesta demokrasi hanya hadir dalam Euforia Simbolik yang mengesampingkan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran islam yang sesungguhnya.” lanjut Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia ini.

Karena itu menurut Faiz, dirinya mengajak kepada semua elemen anak muda di Cimahi untuk tidak Apatis dan juga golput. Di Kota Cimahi terdapat 129.254 pemilih berusia 23-38 tahun atau dikenal dengan generasi milenial dan 52.402 berusia 17-22 tahun atau dikenal dengan Z Generation. Dua segmentasi ini merupakan 49% pemilih yang ada di kota Cimahi.

“Oleh sebab itu, generasi muda jangan Golput dan menjadi apatis pada politik dan harus mengawal pemilu supaya menghasilkan pemilu yang berkualitas.” harap Faiz

Selain Faiz, hadir pula Dr. Engkos Kosasih, LC,. MA sebagai Narasumber diskusi. Acara ini ditutup dengan deklarasi pemilu damai yang diikuti oleh seluruh peserta dan relawan demokrasi kota cimahi. (ram/red)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR