Navigation

Penghitungan Suara di Pilkades Dayeuhkolot yang lalu.
Penghitungan Suara di Pilkades Dayeuhkolot yang lalu.

Diduga banyak kejanggalan, Tim Relawan gugat hasil Pilkades Dayeuhkolot

KabarSubang – Subang. Drama Politik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) belum usai. Setelah dilaksanakan pemilihan pada tanggal 5 Desember yang lalu, suara-suara ketidakpuasan atas hasil Pilkades serentak yang lalu dianggap merugikan, gugatan pun dilayangkan. Seperti misalnya yang dilakukan salah satu calon kepala desa dari desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang.

Adalah Momo Mulyana SE beserta team nya yang mengajukan gugatan atas hasil Pilkades di Desa Dayeuhkolot tersebut. Calon nomor urut 1 pada pilkades yang lalu itu menyatakan banyak kejanggalan yang terjadi selama proses dan pada saat penyelenggaraan pemilihan kepala desa.

Agus Mulyana selaku tim relawan sahate sekaligus penerima kuasa dari salah satu calon Kepala Desa (Kades) nomor urut satu mengungkapkan keberatan atas hasil pilkades serentak yang digelar di desa Dayeuhkolot.

Pasalnya, atas dasar bukti-bukti ditemukan dugaan beberapa kejanggalan dalam jumlah surat suara yang dicetak oleh panitia tidak sesuai dengan surat suara yang terpakai, bahkan masih banyak jumlah surat suara yang tidak terpakai. Lalu, tidak ada kesamaan hasil perhitungan suara dengan daftar hadir pemilih, ada pula temuan pemilih ganda.

“Masih banyak temuan-temuan kami yang sudah tertulis dan dijadikan berita acara sebagai bahan pengaduan kepada pihak yang berwenang, apa lagi dalam penghitungan surat suara itu dilakukan secara tertutup serta tidak disaksikan oleh warga.” ujar Agus kepada KabarSubang, Selasa (25/12/2018)

Ketika kami mencium gelagat BPD dan panitia pelaksana pilkades tidak sehat, dengan terjadinya debat kusir dinilai sebuah skenario yang terlihat janggal.

“Sudah sangat jelas kami menduga ini permainan, kami menghendaki panitialah yang harus bertanggung jawab, ini jelas-jelas menyimpang dari perda dan perbup tahun 2018” lanjut Agus

Di tempat berbeda, KabarSubang menemui Momo Mulyana SE calon kades dari nomor urut satu dikediamannya, ia mengatakan kami menggugat bukan karena persoalan kalah atau menang, kami menggugat persoalan ini karena cacatnya hukum dalam birokrasi yang tidak sehat.

“Bukan soal kalah atau menang, tapi ini sudah cacat hukum dalam birokrasi yang tidak sehat.” pungkas Momo (ram/red)

 

 

Diposting pada kategory
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR