Navigation

Dedi Sumardi, SP. didepan kandang sapi miliknya di Kampung Cigebang - Serangpanjang.
Dedi Sumardi, SP. didepan kandang sapi miliknya di Kampung Cigebang - Serangpanjang.

Dedi Sumardi; Generasi Muda Subang yang Bangga menjadi Petani.

“Mimpi terbesar saya adalah Saya Punya Farm ( Perkebunan dan Peternakan Terintegrasi ) dimana Sapi Saya Hidup bebas berkeliaran seperti di Selandia baru sana, Karena tanah kita sangat mampu untuk meyediakan kesuburan terhadap pertumbuhan rumput dan tanaman yang kita miliki.”

Itulah sepenggal pernyataan dari seorang Dedi Sumardi, SP. Sarjana Pertanian lulusan Fakultas Pertanian Universitas Subang ini memilih untuk mengabdikan ilmu nya dengan membuka Peternakan Sapi dan Perkebunan Buah Naga Organik.

Tak banyak Sarjana seperti dirinya. Disaat para sarjana lainnya memilih untuk bekerja di kantoran atau tempat-tempat nyaman lainnya yang ber-AC, Dedi Sumardi atau yang akrab dipanggil Dedi justru memilih membangun kandang sapi dan melakukan pekerjaan yang akrab dengan hal-hal kotor seperti tanah, rumput dan kotoran hewan.

“Saya tidak perlu kerja di Bank atau kantor, Karena saya ingin ada kebebasan dalam hidup ini, Bebas berkreasi, Bebas Berbagi dengan Siapa saja yang membutuhkan, Bebas Waktu.” ujarnya kepada KabarSubang dalam satu kesempatan.

Saat ini, di kandang miliknya ada sekitar 11 Ekor sapi dengan Bobot mulai dari 100 – 400 kg. Lokasi kandang nya sendiri ada di kampung Cigebang – Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang.

Sistem yang dirinya terapkan di kandang sapi miliknya bersama para mitra kerjanya yaitu para orang yang mengurus sapi-sapi nya dengan menerapkan sistem bagi hasil. Dengan sistem tersebut dirinya percaya, para mitra kerjanya mendapatkan bagian yang lebih adil dan juga lebih bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya.

“Saya selalu ingin berbagi dengan siapa saja, makanya sistem upah disini tidak seperti pada umumnya, saya berikan kebebasan kepada Mitra di kandang silahkan yang punya market, cari sendiri, pakan Cari sendiri, mau itu Kosentarat atau Dedak. Ketika penjualan, Laba hasilnya kita bagi dua. Saya 50, mitra saya 50, Saat ini sudah ada 4 mitra saya di kandang.” terang Dedi yang juga sedang menempuh Pendidikan Magister Pertanian di Universitas Winaya Mukti – Sumedang ini.

Diusaha nya di bidang sapi telah berjalan selama 4 bulan ini, Dedi menyatakan dirinya menikmati pekerjaan yang dia tekuni hari ini. Persoalan dengan kendala dan lain-lain adalah bumbu dari setiap proses yang harus dilewati sebagai seorang Pengusaha di Bidang Pertanian. Pun begitu di perkebunan buah naga yang sudah setahun dia geluti

“Kendala pasti ada, tapi itu bagian dari pendewasaan menjadi seorang pengusaha. Apalagi sapi adalah Makhluk hidup, ya (seringkali) mencret, atau susah makan. Kadang juga ada pembeli yang sudah deal, tapi tiba tiba batal, atau ada orang yang iseng iseng saja, tapi saya nikmati, karena saya memilih jalan ini.” ujarnya penuh bangga.

Dari Kampung Cigebang, Dedi menitipkan salam nya kepada para anak muda dimanapun berada, agar tetap semangat dan mau membuka pikiran untuk kesuksesan. “Salam Sukses Untuk Para Pemuda, Buka pikiranmu Lalu Aksi dan Berbagi.” pungkasnya (ram/red)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR