Navigation

Decky Adrian, S.AN (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Decky Adrian, S.AN (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Decky Adrian: Pemkab Harus antisipatif persoalan Pengangguran kaum Adam

KabarSubang – Subang. Munculnya gelombang industri di kabupaten subang sekitar 15 tahun terakhir mengakibatkan timbulnya dinamika dan perubahan sosial. Sadar atau tidak sadar hal tersebut membawa perubahan yang cukup signifikan dalam proses kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Subang.

Salah satu perubahan sosial yang nyata adalah dimana angka serapan tenaga kerja yang masuk industri sangat didominasi oleh kaum perempuan. Hal ini justru berbanding terbalik dengan angka serapan tenaga kerja kepada kaum laki-laki. Karena mayoritas industri yang masuk ke kabupaten subang sangat didominasi oleh sektor industri yang mempekerjakan kaum perempuan.

Hal tersebut tentunya menimbulkan berbagai dinamika di masyarakat subang sendiri, mulai dari angka perceraian yang makin tinggi, pengangguran kaum laki-laki yang tinggi dan potensi kejahatan yang juga tinggi. Itulah yang harus diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten Subang agar tidak menjadi persoalan yang besar dikemudian hari.

Dimata seorang Decky Adrian, S.AN, yang merupakan Calon Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Subang, Pemerintah Kabupaten Subang (Eksekutif dan Legislatif) harus bekerja bersama merumuskan langkah-langkah antisipasi agar di masa depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Beberapa hal yang menurut Decky harus segera dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Subang diantaranya adalah:

  1. Perlunya Regulasi yg pas terkait investasi di Kabupaten Subang, yang artinya Pemerintah Subang harus memilah Industri apa yg cocok untuk mengatasi pengangguran kaum adam, beserta syarat-syarat khusus terkait ketenagakerjaan nya.
  2. Pemerintah harus mendorong penyiapan SDM yang mumpuni guna memenuhi Kebutuhan tenaga kerja bagi Investor, dimana hari ini terjadi masyarakat Subang sendiri lebih banyak berada di level buruh produksi sementara untuk tataran Midle Management masih banyak diisi oleh warga pendatang.
  3. Perlunya inovasi dari pemerintah dan seluruh stakeholder, bagaimana caranya para kaum adam yang belum bekerja diarahkan untuk berwirausaha berbasic skill nya masing-masing.

Diharapkan dari 3 solusi tersebut, ketimpangan penyerapan tenaga kerja dari kaum laki-laki menjadi lebih berkurang, sehingga berbagai persoalan yang muncul bisa terantisipasi secara berangsur.

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR