Navigation

Ilustrasi Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Subang. (foto: kabarsubang)
Ilustrasi Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Subang. (foto: kabarsubang)

BPS Subang Catat IPM Tahun 2017 Naik

KabarSubang – Subang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Subang mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2017 terus mengalami kemajuan, dimana IPM Subang telah mencapai 67,73 poin. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan IPM tahun 2016 yang sebesar 67,14 poin.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang Andi Wibowo S. ST menjelaskan bahwa angka tersebut kemungkinan juga lebih tinggi dari target yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pada tahun 2016 indeks pembangunan manusia di Subang masih berstatus sedang, menurutnya saat ini level IPM masih tergolong sedang, namun jika sudah mencapai angka 70-80 poin dan sudah di atas itu, maka konsentrasinya sudah tinggi.

“Jadi, IPM itu adalah indikator untuk pengukuran keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan dan pendidikan serta perolehan lainnya,” kata Andi ketika ditemui diruang kerjanya, Senin, (28/01/2019).

Andi menambahkan, ada 4 dimensi dasar yang membentuk IPM. Pertama yakni Angka Harapan Hidup (AHH) yang berkaitan dengan umur panjang dan hidup sehat yang tergambar dalam angka harapan hidup yang artinya jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran sama sepanjang usia bayi. “Selama tahun 2017 angka harapan hidup sebanyak 71,71 poin atau meningkat 0,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Kedua yakni Harapan Lama Sekolah (HLS), disertai dengan dimensi pengetahuan, yang meliputi harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Bila angka ini meningkat setiap tahunnya, maka menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak penduduk yang bersekolah, inipun akan terlihat untuk mencerminkan dari fasilitas sekolah dan pendidikan terakhirnya.

“Ketiga adalah Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Subang anak-anak di usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA atau D1, sedangkan untuk harapan rata-rata lama sekolah di Subang pada tahun 2017 sebanyak 6,83 poin,” lanjut Andi.

“Keempat adalah Pengeluaran Per Kapita masyarakat Subang mencapai 10,206,000 juta rupiah di tahun 2017,” pengeluaran itu meningkat dari tahun sebelumnya. Dari pengeluaran per kapita ini, bisa menghitung hasil pengeluarannya. Selain itu, dimensi ini juga mewakili kualitas hidup manusia karena berkaitan dengan pendapatan per kapita dan itupun termasuk dimensi standar hidup layak, jelasnya.

Tentunya IPM itu tujuannya untuk diakselerasi, karena ini menentukan kinerja dari pembangunan sumber daya manusia disuatu daerah, tujuan utama IPM ini adalah mengukur keberhasilan sumber daya manusia di daerah tersebut. Untuk ke depannya kami akan fokus di bidang pendidikan dengan harapan bisa menggenjot tingkat pendidikan di subang atas kebijakannya.

Ada pula jenis-jenis kelompok IPM yaitu, kelompok rendah 60 poin, kelompok sedang 60-70 poin, kelompok tinggi 70-80 poin, kelompok sangat tinggi adalah 80 poin. Dari jenis-jenis kelompok tersebut yaitu bertujuan agar bisa melihat kita ada diposisi dikelompok mana, tutupnya. (kha/red)

Diposting pada kategory ,
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR