Navigation

Kunjungan Kementan ke BB Padi Balitbangtan, Kementan - Pusat Riset dan Pengembangan Teknologi Padi Indonesia di Sukamandi - Kabupaten Subang.
Kunjungan Kementan ke BB Padi Balitbangtan, Kementan - Pusat Riset dan Pengembangan Teknologi Padi Indonesia di Sukamandi - Kabupaten Subang.

BB Padi luncurkan 11 Varietas Padi untuk Lahan Rawa.

KabarSubang – Subang. Balai Besar Peneletian Tanaman Padi (BB Padi) Kementerian Pertanian yang terletak di Sukamandi – Kabupaten Subang, menyatakan saat ini sudah ada 11 dari 230 varietas padi yang khusus untuk lahan sawah rawa. Dari 11 varietas itu sembilan varietas telah dimanfaatkan oleh petani. Sedangkan dua varietas lagi masih dalam tahap penelitian untuk dimanfaatkan secara luas.

Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Priatna Sasmita mengatakan, saat ini Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian, terus menggenjot produktivitas pertanian. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan rawa. Bahkan pemerintah telah menargetkan 550 ribu hektare lahan rawa yang akan disulap menjadi areal persawahan.

“Karena itu, perangkatnya sedang kita siapkan. Salah satunya teknologi,” ujar Priatna seperti dikutip dari Republika, Sabtu (09/12/2018).

Salah satu perangkatnya itu, yakni ketersediaan varietas benih padi yang cocok dimanfaatkan di lahan rawa. Sudah ada 11 varietas. Yaitu, varietas Inpara 1 sampai Inpara 11. Varietas tersebut, merupakan benih padi unggul yang telah diteliti, untuk dicocokan dengan kondisi riil persawahan rawa.

Saat ini, lanjut Priatna, BB Padi memiliki stok benih sumber (Breeder Seed/BS) mencapai 20 ton. Padahal, mengacu pada kebutuhan BS untuk 7,1 juta hektare luas baku areal sawah di Indonesia, hanya dua ton saja. Jadi, stok benih sumber ini sangatlah surplus. Bahkan mampu mencukupi kebutuhan untuk setahun kedepan.

Stok benih sumber yang mencapai 20 ton ini, lanjut Priatna, mencakup varietas untuk benih padi sawah irigasi, sawah gogo, dan sawah rawa. Jadi, stoknya sangat banyak.

“Jadi, yang dimaksud benih sumber (BS) ini, merupakan benih hasil penelitian para pemulia padi yang ada di kita. Lalu yang sudah dimanfaatkan oleh petani itu merupakan benih padi generasi keempat dari BS,” ujar Priatna.

Dengan begitu pihaknya siap mendukung pemerintah dalam hal peningkatan produktivitas pertanian menuju swasembada beras.

“Jadi ketika petani sawah rawa, baik rawa lebak ataupun rawa pasang surut butuh benih padi, varietasnya sudah tersedia. Tinggal disesuaikan dengan kebiasaan dan kultur di daerah masing-masing.”

Salah satu targetan nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat yaitu menuju 550 ribu hektare lahan rawa guna mendukung Program Swasembada Beras. (ram/red)

Diposting pada kategory
Banner-Home-Top
TINGGALKAN KOMENTAR